Tuesday, May 4, 2010

Elysia Chlorotica, Siput Yang Luar Biasa

Hewan ini saya anggap sebagai hewan yang paling luar biasa dalam sejarah dunia fauna. Mengapa saya mengatakan hal itu ? Karena inilah hewan pertama di dunia yang memiliki kemampuan fotosintesis layaknya tumbuhan hijau. Bagaimanakah wujud dari siput ini ?


Alam memang punya keajaibannya sendiri. Lewat siput unik inilah, alam menunjukkan kreatifitasnya yang bahkan membuat bingung para ilmuwan terhebat sekalipun. Bagaimana bisa seekor hewan bisa mempunyai kemampuan berfotosintetis padahal kemampuan itu dimiliki oleh tumbuhan hijau. Mungkin sebagian dari kalian telah mengetahui kisah tentang siput ini.

Siput yang mempunyai nama latin Elysia Chlorotica ini mempunyai julukan yang keren, yaitu Zamrud Elysia dari Timur. Hewan ini merupakan spesies dari siput laut hijau dan dari kelas gastropoda.



Anggota dari keluarga siput ini banyak yang memakan ganggana laut, dan entah bagaimana mereka menggunakan sebuah teknik yang dikenal dengan nama kleptoplasty, yaitu suatu teknik yang digunakan oleh siput ini dengan memanfaatkan kloroplas yang terkandung didalam ganggang hijau. Klorofil yang terkandung dalam ganggan tadi kemudian diubah menjadi energi dengan bantuan sinar matahari. Karena siput ini membutuhkan sinar matahari, maka siput ini banyak ditemukan di perairan dangkal.

Wilayah Penyebaran Elysia Chlorotica

Siput ini dapat ditemukan di sepanjang pantai Timur Amerika Serikat, termasuk negara bagian Massachussets, New York, Connecticut, New Jersey, Maryland, dan Florida. Merka juga ditemukan di perairan Kanada.

Ekologi

Siput ini dapat hidup di laut, rawa - rawa, sampai di sungai dengan kedalaman 0 samapi 0,5 meter. Karena mereka sangat membutuhkan tumbuhan sebagai sumber energinya, maka siput ini tidak dapat hidup di perairan yang lebih dalam.

Deskripsi Elysia Chlorotica

Siput ini biasanya berwarna hijau cerah, karena kandungan kloroplas di dalam sel - sel siput ini. Namun, warna tubuh mereka kadang - kadang berganti menjadi agak kemerah - merahan atau abu - abu. Hal ini disebabkan karena jumlah klorofil di dalam sel - selnya tidak sama. Siput yang masih kecil berwarna coklat dengan bintik kemerahan karena belum dapat makan tumbuhan seperti siput dewasa, sehingga tubuhnya belum mengandung zat kloroplas.
Siput ini dapat hidup hingga memiliki panjang 60mm, tapi yang ditemukan sebagian besar berukuran antara 20mm sampai 30mm.

a. Sel Siput yang diperbesar, b. Sel yang mengandung kloroplas

Makanan

Seperti yang sudah saya singgung diatas, sumber makanan hewan ini adalah tumbuhan hijau. Karena yang sedang kita bahas adalah jenis siput yang hidup di laut, maka sumber makanan Elysia Chlorotica ini adalah ganggang hijau. Sebelum makan, siput yang masih muda pada umumnya berwarna coklat agak kemerahan, namun setelah mulai makan perlahan tubuhnya berubah menjadi hijau.Hal ini bisa terjadi karena siput tidak mencerna makanannya, tetapi ia menyimpannya di seluruh sel tubuhnya. Proses ini terjadi ketika siput mulai tumbuh menjadi dewasa.

Siklus Hidup Elysia Chlorotica

Awalnya siput yang beranjak dewasa ini membutuhkan ganggang hijau agar bisa berfotosintesis untuk menghasilkan energi, namun setelah sel - selnya beradaptasi dan mampu untuk menyimpan zat kloroplas sendiri, maka hewan ini dapat bertahan hidup selama berbulan - bulan tanpa makanan. Ia hanya membutuhkan cahaya matahari untuk berfotosintesisi dan menghasilkan energi.



Jadi hewan ini tetap membutuhkan ganggang hijau sebagai makanannya, hanya saja jika suatu saat ganggang hijau sulit ditemukan, hewan ini masih dapat bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama.

Para ilmuwan berpendapat bahwa hewan ini telah mengalami evolusi selama bertahun - tahun. Mereka mengatakan jika siput ini memiliki kemampuan menyimpan kloroplas dari hasil transfer gen antara gen siput dengan gen ganggang hijau. Namun, penelitian lebih lanjut masih dilakukan karena untuk dapat melakukan itu, prosesnya sangatlah rumit.

Daur Hidup

Siput dewasa memiliki kelamin ganda atau hermaprodit. Masing - masing siput bisa menghasilkan sperma dan sel telur sendiri. Namun, dalam penelitian, mereka tidak pernah melakukan pembuahan secara mandiri. Mereka tetap membutuhkan siput lainnya untuk dapat berkembang biak.

Tahap Larva

Setelah telur yang dibuahi menetas, larva akan berkembang sendiri. Larva - larva ini memakan fitoplankton sebagi sumber energinya. Berbeda dengan siput dewasa yang menyimpan zat kloroplas di dalam selnya, Larva ini akan mencerna fitoplankton dan menyerap nutrisinya untuk pertumbuhan sang larva.

Klasifikasi Ilmiah Elysia Chlorotica

Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Superfamili : Plancobranchoidea
Famili : Plancobranchidae
Genus : Elysia
Spesies : Elysia Chlorotica

Penutup

Alam memang luar biasa, terkadang kita menemukan hal yang sulit dijelaskan oleh ilmu pengetahuan tetapi alam dapat menunjukkannya. Semoga kita bisa menemukan keajaiban - keajaiban alam yang lainnya. Oh ya, maaf jika artikel misterinya belum update. Saya masih menyusunnya, anggap saja ini sebagai selingan, he..he..he. Salam

( en. wikipedia.org, seaslugforum.net )

8 comments:

harits indi pradana said...

Pertamax plis..
(='3'=)
baca dulu ah..

my city_van said...

another kewl knowledge..:):)

Anonymous said...

unik :)

Anonymous said...

nice :)

ngomong2, mungkin gak ya untuk dibudidayakan di indonesia?

u-tell

Anonymous said...

what a magnificent creation of nature i like it!!!

Lincoln said...

WOW

Lica Lawliet said...

Sebenarnya, sy tidak suka siput (jijik)
Tp begitu sy lihat siput ini.... It was sooo beautiful! Cute banget deh.... :)
Satu2nya siput yg sy suka! (Yg pernah sy lihat) Hehehehe :)

ADy "Editor" Inbox said...

Bisa berfotosintesis ea..??
Bisa berbuah gag..?? =D Hhahaha...