Saturday, December 4, 2010

Orang Dalam, Makhluk Hominid Asal Malaysia

Kita telah mengenal Orang Pendek sebagai makhluk cryptid asli Indonesia, dan merupakan makhluk cryptid yang cukup terkenal di dunia cryptozoology. Nah, dalam postingan kali ini, saya akan membahas tentang makhuk cryptid asal Malaysia, yaitu Orang Dalam.


Hampir sama dengan Orang Pendek, Orang Dalam merupakan makhluk cryptid yang cukup terkenal dalam dunia cryptozoology. Tetapi, makhluk yang berasal dari negara tetangga ini memiliki perbedaan pada fisiknya. Orang Dalam atau Orang Mawas merupakan makhluk cryptid yang dilaporkan menghuni hutan di daerah Johor, Malaysia. Makhluk ini dikatakan memiliki tinggi sekitar 2,4 - 3 meter, berdiri dengan menggunakan dua kaki, seluruh badannya tertutup bulu berwarna hitam, dan terkadang dilaporkan suka memakan ikan dan merusak kebun milik warga.



Penampakan makhluk ini bisa dikatakan sering terjadi, dan penduduk lokal menyebut makhluk ini dengan sebutan "Hantu Jarang Gigi", saya sendiri tidak mengetahui mengapa mereka menyebut makhluk itu dengan nama hantu jarang gigi.



Penampakan makhluk ini dipercaya telah terjadi sejak tahun 1871, walaupun tidak ada bukti maupun laporan yang terjadi pada tahun tersebut. Kebanyakan laporan yang masuk adalah penemuan jejak kaki yang cukup besar dan berbeda dengan jejak kaki manusia, seperti yang terjadi pada bulan November 2005. Pada saat itu, tiga orang pekerja yang tengah mengerjakan sebuah kolam melihat 3 sosok makhluk misterius sedang berjalan di dekat sungai Kincin. Makhluk tersebut berbentuk seperti primata, namun cara berjalannya yang tegak, ditambah dengan ukuran dan bentuk fisik yang berbeda dengan makhluk primata pada umumnya membuat ketiga pekerja tersebut penasaran.



Tidak lama kemudian, mereka bertiga menuju ke tempat dimana makhluk tersebut melintas. Di tempat tersebut, mereka menemukan beberapa jejak kaki yang cukup besar, dengan panjang mencapai 46 cm. Pemerintah Malaysia kemudian membentuk sebuah tim untuk mencari bukti - bukti eksistensi Orang Dalam tersebut berdasarkan jejak - jejak kaki yang ditemukan.

Berita mengejutkan datang pada bulan April 2006, dimana Berita Harian, sebuah media lokal Malaysia memberitakan bahwa petugas Departemen Margasatwa menyakini telah membius seekor bigfoot muda di Kota Tinggi. Tak lama kemudian pemerintah Johor mengklasifikasikan Bigfoot tersebut sebagai spesies yang dilindungi. Sayangnya, saya tidak dapat menemukan berita asli dari penemuah tersebut.

Berita tersebut memang membuat heboh banyak pihak, namun tidak bagi kalangan cryptozoologis. Mereka ragu akan berita tersebut karena tidak satupun foto tentang makhluk tersebut yang beredar di dunia maya. Keraguan mereka akhirnya terjawab, pada tanggal 19 April 2006, sebuah pernyataan resmi dari Departemen Margasatwa ( Perhilitan ) dipublikasikan melalui media Bernama. Dalam pernyataannya tersebut, Perhilitan telah membantah bahwa petugasnya telah menangkap seekor bigfoot. Pihak Perhilitan bahkan mengatakan jika tidak ada aktifitas maupun operasi di wilayah tersebut. Perhilitan mengaku tidak mengetahui mengapa Berita Harian memuat berita tersebut. Anda dapat membaca beritanya disini.

Freddie Long, seorang ketua komite pariwisata dan lingkungan Malaysia mengatakan jika berita tersebut benar, makhluk tersebut pasti sekarang telah menjadi milik pemerintah Johor dan akan dipublikasikan ke publik secara ekslusif karena termasuk berita besar.

Lalu, bagaimana pendapat beberapa orang tentang eksistensi makluk ini? Banyak yang berpendapat jika Orang Dalam sesungguhnya adalah salah satu spesies manusia purba yang masih hidup, yaitu Gigantopithecus. Walaupun masih perlu penelitian lebih lanjut, namun bentuk fisik yang agak berbeda dengan Orang Dalam membuat teori ini sulit diterima. Teori yang kedua mengatakan jika makhluk tersebut adalah jenis baru dari Beruang Matahari, namun teori ini juga sulit untuk dibuktikan.



teori lain mengatakan jika Orang Dalam mungkin adalah makhluk cryptid asal Filipina yang bernama Muwa. Muwa sendiri merupakan makhluk cryptid dengan tinggi mencapai 1,5 meter, memiliki mata berwarna merah menyala, memiliki lapisan bulu yang tipis, mempunyai sayap seperti kelelawar, kaki seperti kadal, terkadang tidak memiliki kaki. Deskripsi yang aneh inilah yang membuat banyak orang percaya jika Muwa adalah makhluk Ekstraterestrial.

Tidak dapat dipungkiri lagi jika keberadaan makhluk cryptid dan kepercayaan masyarakat saling berhubungan satu sama lain. Selama kepercayaan tersebut masih ada, maka eksistensi makhluk tersebut akan terus ada dalam benak masyarakat, seperti yang terjadi pada kasus Orang Dalam. Meskipun keberadaan mereka masih dipertanyakan, namun kepercayaan masyarakat yang kuat akan eksistensinya membuat makhluk ini akan terus ada dalam dunia cryptozoology.

By Vahn Saryu at December 4th, 2010

( cryptomundo.com, wikipedia )

4 comments:

Anonymous said...

postur tubuhnya kayak megantropus ya...

Vahn Saryu said...

Yup,atau bisa sja lbh bsar..
Sy sja br th klo ad spesies mnusia gigantopithecus,he..he

Anonymous said...

hahaha,gigantophitecus...nama yg bagus,btw di zaman sekarang tu apa mungkin masih ada manusia purba?

theriderinblack said...

Di Malaysia, cerita tentang makhluk ini tidak berapa popular di kalangan orang2 muda mungkin kerana pemodenan yang melanda sekarang. Namun dari pengalaman saya sendiri, walau pun tdak pernah melihat makhluk ini dengan mata kepala sendiri, tetapi kerap mendengar cerita tentang makhluk ini yang digelar hantu jarang gigi oleh Orang Asli. Malahan di kampung asal ayah saya di Lenggong, Perak, ia dipanggil 'cinaku.'Dari mana asal nama ini saya sendiri pun tidak mengetahuinya.
Namun semasa di tahun tahun 60an, saya mendengar cerita dari nenek dan orang2 tua bahawa makhluk ini memiliki hidung yang terbalik dibandingkan dgn hidung manusia. Namun setelah saya besar baru saya mendapat cerita daripada orang2 yg pernah ternampak makhluk ini bahawa lubang hidungnya seperti menghadap ke atas kerana bentuk tulang hidungnya yang cengkung ke dalam.
Setelah saya besar dan terlibat aktif dlm penggembaraan hutan termasuk memancing dan memburu di sekitar kawasan hutan khatulistiwa yang besar di Perak dan Kelantan, tidak pernah saya bertemu makhluk ini. Saya ada juga bertanya kepada rakan2 memburu yang lain tetapi semuanya mengatakan tidak pernah bertemunya. Namun ada yang mengakui pernah mendengar bunyi yang dipercayai makhluk ini yang mana bunyinya seakan2 anjing yang sedang berlawan.
Apa pun ada juga rakan2 yang terserempak dgn makhluk ini tetapi mereka sendiri menyifatkannya sebagai hantu air dan hantu hutan.
Misteri ini akan terus terpendam selagi belum ada tangkapan atau bukti fizikalnya.